Marcos Ajak Lawrence Wong Bentuk Band ASEAN Saat Pensiun

Dunia

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr melontarkan gagasan membentuk band bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dan sejumlah pemimpin ASEAN. Dalam nada bercanda, Marcos menyebut grup musik itu sebagai rencana untuk mengisi masa pensiun setelah tugas mereka sebagai pemimpin negara selesai.

Gagasan tersebut disampaikan Marcos saat tampil di Forbes Global CEO Conference pada Rabu, 7 Oktober. Ia menanggapi pertanyaan pembawa acara mengenai band yang disebut tengah dirintis bersama Wong dan beberapa pemimpin kawasan. Ucapannya disambut tawa peserta forum.

“Ini adalah bagian dari rencana masa pensiun kami. Kami mendapati bahwa banyak pemimpin ASEAN adalah pencinta musik, termasuk saya sendiri,” kata Marcos. Ia dikenal gemar bernyanyi, sementara sejumlah pemimpin yang disebut dalam obrolan itu memang pernah menunjukkan kemampuan bermusik di hadapan publik.

Meski dibicarakan di forum ekonomi, ide tersebut disampaikan sebagai kelakar. Belum ada keterangan bahwa band itu telah dibentuk atau memiliki jadwal tampil. Marcos membayangkan aktivitas bermusik bersama para pemimpin lain sebagai sesuatu yang bisa dilakukan setelah mereka menuntaskan tugas pemerintahan.

Rencana tur Asia yang berawal dari obrolan

Marcos bercerita bahwa ide itu muncul saat ia berkunjung ke Jepang dan bertemu Wong, yang ketika itu baru menjabat sebagai perdana menteri. Dalam pertemuan tersebut, ia mengajukan usul membentuk band bersama Wong dan dua pemimpin ASEAN lainnya.

“Setelah tugas ini selesai, kita akan membentuk band dan melakukan tur keliling Asia; entah kita akan meraup banyak keuntungan atau justru gagal total, yang jelas kita akan bersenang-senang,” ujar Marcos, mengulang ucapannya kepada Wong.

Bagian tentang tur dan kemungkinan meraih keuntungan disampaikan sebagai candaan, bukan pengumuman rencana pertunjukan. Marcos menggambarkan gagasan itu dengan ringan: hasilnya bisa sukses ataupun tidak, tetapi pengalaman bermain musik bersama akan menjadi bagian yang menyenangkan.

Sejumlah video yang beredar memperlihatkan Wong memainkan gitar. Dalam salah satu kesempatan, ia mengiringi Marcos bernyanyi. Rekaman seperti itu menjadi latar bagi pertanyaan pembawa acara mengenai kabar bahwa para pemimpin ASEAN akan membuat grup musik.

Wong belum memastikan ikut membentuk band

Wong juga hadir di Forbes Global CEO Conference, meski berbicara pada kesempatan berbeda dari Marcos. Pembawa acara sempat bergurau bahwa ia harus menyampaikan kabar mengecewakan: Wong datang ke forum, tetapi tidak ada konser pada malam itu.

“Sama sekali tidak. Aku tidak membawa gitarku,” jawab Wong. Ucapannya menegaskan bahwa ia tidak hadir untuk tampil musik, sekaligus menjaga suasana percakapan tetap santai.

Ketika ditanya mengenai rumor pembentukan band bersama para pemimpin pemerintahan dan kepala negara ASEAN, Wong tidak memberikan kepastian. Ia menyebut ide itu berasal dari Marcos dan menyatakan belum yakin apakah gagasan tersebut akan terwujud.

“Itu keinginan Presiden Marcos, tapi saya tidak yakin apakah itu akan terkabul. Kita lihat saja nanti,” kata Wong.

Jawaban itu membuat rencana band ASEAN tetap berada di wilayah gurauan dan kemungkinan. Marcos telah melontarkan ajakan, tetapi Wong belum menyatakan bahwa dirinya atau pemimpin lain akan benar-benar bergabung. Belum ada pula keterangan mengenai nama grup, anggota pasti, ataupun rencana pertunjukan.

Musik menjadi sisi lain para pemimpin ASEAN

Selain Wong yang bermain gitar, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul disebut mampu memainkan saksofon. Ia pernah berduet dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, yang bernyanyi. Contoh tersebut menunjukkan bahwa beberapa pemimpin yang masuk dalam obrolan Marcos memang memiliki pengalaman bermusik.

Namun, kemampuan bermain alat musik dan bernyanyi itu tidak dengan sendirinya memastikan terbentuknya sebuah band. Dalam forum tersebut, yang muncul adalah cerita dan respons spontan para pemimpin, bukan pengumuman resmi mengenai kegiatan bersama.

Untuk saat ini, ajakan Marcos lebih tepat dibaca sebagai gurauan tentang kehidupan setelah masa jabatan. Apakah obrolan itu kelak menjadi latihan musik atau sekadar cerita yang dikenang dari forum, jawabannya masih terbuka. Wong menutup kemungkinan itu dengan singkat: “Kita lihat saja nanti.”