Fajar Sadboy membeli rumah pertamanya secara tunai di Bekasi saat berusia 19 tahun. Komedian bernama lengkap Fajar Labatjo itu menyebut pencapaian tersebut terwujud setelah sekitar empat tahun bekerja di Jakarta, serta berkat doa dan dukungan sang ibu.
Fajar mengungkapkan rasa syukurnya saat ditemui di Studio Pagi Pagi Ambyar, Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Baginya, memiliki rumah sendiri menjadi kebanggaan tersendiri setelah berusaha membangun karier dan mengumpulkan penghasilan di Ibu Kota.
"Alhamdulillah ya, bersyukur. Pertama, senang banget bisa satu per satu bisa tercapai berkat doa ibu semuanya," kata Fajar.
Meski sesekali pulang ke kampung halamannya di Gorontalo, ia tetap menjalani pekerjaan di Jakarta. Rumah di Bekasi itu dipilih setelah mempertimbangkan kebutuhan bersama tim manajemen.
Rumah sederhana, yang penting tak kesepian
Fajar memiliki pandangan tersendiri soal rumah impian. Ia ingin menghadirkan kesan mewah, tetapi bukan melalui ukuran bangunan atau perabot mahal. Perhatiannya justru tertuju pada pencahayaan, terutama lampu di bagian depan rumah dan ruang tamu.
"Konsepnya mewah. Mewah bukan rumahnya, tapi lampunya," ujar Fajar sambil bercanda.
Di balik gurauan itu, Fajar menggambarkan rumah yang nyaman bukan semata-mata soal kemegahan. Kehadiran orang-orang dekat, menurut dia, lebih penting daripada tinggal di bangunan besar seorang diri.
"Gak apa-apa rumah sederhana, yang penting banyak orang daripada rumah gede tapi kesepian," tutur Fajar.
Pernyataan itu juga mencerminkan pilihan Fajar untuk tidak menjadikan ukuran rumah sebagai tolok ukur keberhasilan. Ia bersyukur bisa mempunyai tempat tinggal sendiri, tetapi tetap memikirkan suasana dan orang-orang yang akan mengisi rumah tersebut.
Perabot dilengkapi bertahap, studio gaming menyusul
Rumah Fajar kini sudah dilengkapi sejumlah barang kebutuhan, antara lain televisi, tempat tidur, bantal, serta gitar-gitar miliknya. Namun, ia belum berencana melengkapi semua ruangan sekaligus. Perabotan akan ditambahkan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan finansial.
Salah satu rencana yang ingin ia wujudkan adalah membuat studio gaming pribadi di kamar. Fajar ingin membeli kursi gaming dan komputer untuk menunjang hobinya. Untuk saat ini, pembelian komputer belum bisa dilakukan karena sebagian uangnya digunakan untuk keperluan usaha.
"Jadi next dululah. Soalnya duit kemarin lagi dipakai buat usaha," ungkapnya.
Fajar tidak ingin memaksakan semua rencana dalam waktu bersamaan. Ia memilih terus bekerja dan mengumpulkan kebutuhan rumah sedikit demi sedikit, termasuk perlengkapan untuk ruang bermain yang diimpikannya.
Bangga bisa membeli rumah sendiri
Pencapaian membeli rumah pada usia muda menjadi pengalaman yang berkesan bagi Fajar. Ia bahkan sempat menyampaikan candaan kepada orang-orang yang ingin merasakan kebanggaan serupa.
"Pokoknya kalau kalian pengin bangga, beli rumah. Bangga banget," ucapnya sambil tertawa.
Rumah di Bekasi itu menjadi salah satu impian yang berhasil diwujudkan Fajar setelah menjalani pekerjaan di Jakarta selama beberapa tahun. Meski masih ada perabot dan fasilitas yang ingin ditambahkan, ia memilih menikmati pencapaian tersebut tanpa terburu-buru mengejar kemewahan.
Rencana studio gaming dan pengisian rumah secara bertahap masih menunggu waktu. Sementara itu, Fajar tetap berfokus bekerja dan menjalankan usahanya. Ia menunjukkan bahwa bagi dirinya, rumah bukan hanya tentang bangunan yang besar, melainkan juga tempat untuk berkumpul bersama orang-orang terdekat.
