Asnawi Mangkualam masih menjadi satu-satunya pemain lokal Timnas Indonesia yang bertahan di luar negeri. Bek kanan asal Makassar itu memperkuat Port FC di Thailand, sementara Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan disebut telah kembali berkarier di kompetisi domestik pada 2026. Musim ini, Asnawi juga sudah mencatatkan dua assist.
Keberadaan Asnawi di Port FC membuat perjalanannya kembali mendapat perhatian. Ia tidak menempuh jalur singkat menuju klub-klub elite Eropa, melainkan membangun pengalaman secara bertahap di Asia. Korea Selatan menjadi tempat pertama ia menguji diri di sepak bola luar negeri, sebelum melanjutkan karier ke Thailand.
Catatan dua assist memberi gambaran kontribusinya musim ini, meski informasi yang tersedia tidak merinci pertandingan atau kompetisi tempat assist tersebut tercipta. Yang jelas, Asnawi tetap melanjutkan karier di luar Indonesia ketika sejumlah pemain lokal lainnya memilih pulang ke kompetisi Tanah Air.
Perjalanan Asnawi dari Korea Selatan ke Thailand
Petualangan Asnawi di luar negeri dimulai pada 2021. Saat itu, ia bergabung dengan Ansan Greeners, klub yang berkompetisi di K League 2, kompetisi kasta kedua Korea Selatan. Kepindahan tersebut menjadi awal prosesnya beradaptasi dengan lingkungan sepak bola yang berbeda dari yang ia kenal di Indonesia.
Selama memperkuat Ansan Greeners pada 2021 dan 2022, Asnawi tampil dalam 40 pertandingan liga dan mencetak dua gol. Angka itu menandai pengalamannya menjalani persaingan kompetitif di luar negeri. Periode tersebut juga menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebelum berpindah klub di Korea Selatan.
Pada 2023, Asnawi melanjutkan kiprah bersama Jeonnam Dragons. Ia mencatatkan 26 penampilan liga bersama klub tersebut. Setelah itu, pada awal 2024, ia pindah ke Port FC di Thailand, tempat ia masih bermain hingga kini berdasarkan informasi dalam laporan tersebut.
Dua assist dan peran di Port FC
Di Port FC, Asnawi menjalani babak baru dalam perjalanan profesionalnya di Asia. Pengalaman di Korea Selatan mendahului masa bermainnya di Thailand, sehingga rekam jejaknya mencakup dua negara dengan kompetisi dan tuntutan permainan yang berbeda. Namun, bahan yang tersedia tidak menguraikan bagaimana proses adaptasi itu berlangsung secara teknis maupun posisi yang ia mainkan dalam setiap pertandingan.
Dua assist yang telah dibuatnya musim ini menjadi catatan yang menonjol dalam laporan mengenai kiprahnya. Assist menunjukkan kontribusi dalam membangun peluang bagi rekan setim, tetapi tanpa rincian laga, lawan, atau tanggal, capaian tersebut belum bisa ditempatkan pada momen pertandingan tertentu. Angka itu tetap menjadi salah satu penanda performa Asnawi pada musim berjalan.
Peran Asnawi juga menjadi perhatian karena ia disebut sebagai satu-satunya pemain lokal Timnas Indonesia yang masih bertahan di luar negeri. Status tersebut muncul setelah Marselino Ferdinan dan Pratama Arhan kembali ke kompetisi domestik pada 2026. Dengan demikian, sorotan bukan hanya tertuju pada catatan assist, melainkan juga pada keberlanjutan kariernya di luar Indonesia.
Jejak pemain lokal di kompetisi luar negeri
Perjalanan Asnawi memperlihatkan proses yang dibangun melalui beberapa tahap: dari Ansan Greeners, berlanjut ke Jeonnam Dragons, lalu ke Port FC. Catatan 40 penampilan liga di Ansan dan 26 laga di Jeonnam memberikan gambaran perjalanan yang ditempuhnya sebelum menetap di Thailand. Ia terus melanjutkan karier di luar negeri, meskipun dinamika pemain Indonesia di kompetisi asing berubah.
Informasi tentang Asnawi juga mengingatkan bahwa perkembangan pemain tidak selalu hanya diukur dari kepindahan ke kompetisi paling bergengsi. Pengalaman bertanding di luar negeri, jumlah penampilan, dan kontribusi di klub menjadi bagian dari perjalanan yang bisa dicermati. Dalam kasus Asnawi, dua assist musim ini menambah catatan kiprahnya bersama Port FC.
Apakah Asnawi akan tetap menjadi satu-satunya pemain lokal Timnas Indonesia di luar negeri pada musim berikutnya belum dapat dipastikan dari informasi yang tersedia. Untuk saat ini, ia masih menjalani karier di Thailand dan melanjutkan jejak yang dimulai di Korea Selatan. Perkembangan berikutnya di Port FC akan menjadi bagian penting dari kisah panjangnya di sepak bola luar negeri.
