Gunting Hilang Picu Gangguan Penerbangan di Naha

Dunia

Lebih dari 20 jadwal penerbangan di Bandara Naha, Prefektur Okinawa, Jepang, terlambat atau batal pada Selasa (13/10) setelah sebuah gunting milik petugas kebersihan dilaporkan hilang. Kekhawatiran bahwa benda itu tertinggal di area terbatas membuat salah satu pos pemeriksaan keamanan ditutup selama sekitar dua jam.

Penutupan berlangsung sejak pukul 06.00 hingga sesaat sebelum pukul 08.00 waktu setempat. Gangguan tersebut terutama berdampak pada penumpang Japan Airlines (JAL) dan maskapai-maskapai yang berafiliasi dengannya, menurut laporan Kyodo News yang dikutip CNN Indonesia.

Pos pemeriksaan keamanan ditutup sementara

Peristiwa bermula ketika sebuah gunting milik salah satu petugas kebersihan bandara tertinggal di salah satu pos pemeriksaan keamanan. Benda itu semula dikhawatirkan berada di area terbatas setelah pemeriksaan di terminal domestik, sehingga petugas mengambil langkah untuk menutup pos pemeriksaan terkait.

Bandara Naha memiliki tiga pos pemeriksaan keamanan. Dengan satu pos ditutup, pemeriksaan penumpang harus berlangsung melalui dua pos lainnya selama penutupan, sementara jadwal penerbangan mulai terdampak pada pagi hari. Penutupan itu bukan berlangsung sepanjang hari, tetapi cukup mengganggu alur pemeriksaan pada jam sibuk keberangkatan.

Kantor cabang Kementerian Transportasi Jepang di bandara menyampaikan bahwa gunting tersebut kemudian ditemukan di area lain. Dengan demikian, benda yang dicari tidak berada di lokasi yang semula dikhawatirkan. Meski begitu, pos pemeriksaan baru dibuka kembali sesaat sebelum pukul 08.00, setelah ditutup sekitar dua jam.

Lebih dari 20 jadwal penerbangan terdampak

Gangguan di pos keamanan itu berimbas pada lebih dari 20 jadwal penerbangan, baik berupa keterlambatan maupun pembatalan. Sumber yang dikutip tidak merinci jumlah penerbangan yang batal dan yang terlambat, sehingga besaran masing-masing dampak tidak dapat dipastikan dari laporan tersebut.

Penumpang JAL dan maskapai afiliasinya disebut menjadi kelompok yang terutama merasakan dampak. Namun, tidak tersedia rincian mengenai rute yang terganggu, berapa lama keterlambatan setiap penerbangan, atau jumlah penumpang yang terdampak secara keseluruhan.

Insiden ini menunjukkan bagaimana pencarian sebuah benda yang berpotensi berada di area terbatas dapat segera mengganggu layanan bandara. Dalam kejadian di Naha, penutupan satu dari tiga pos pemeriksaan dilakukan saat keberangkatan berlangsung, sehingga proses keamanan harus menyesuaikan diri dengan fasilitas yang tersisa.

Gunting ditemukan di area lain

Informasi bahwa gunting akhirnya ditemukan di area lain memberikan kejelasan atas pencarian tersebut. Namun, laporan yang tersedia tidak menjelaskan secara rinci lokasi penemuan, berapa lama proses pencarian berlangsung, atau bagaimana benda itu bisa tertinggal di pos pemeriksaan.

Begitu pula, belum ada keterangan lebih jauh mengenai langkah yang diambil terhadap petugas kebersihan pemilik gunting. Laporan hanya menyebut benda itu milik salah satu staf kebersihan bandara dan bahwa kekhawatiran atas kemungkinan keberadaannya di area terbatas menjadi alasan penutupan sementara.

Bagi penumpang, gangguan seperti ini menjadi pengingat untuk memeriksa informasi penerbangan dari maskapai ketika operasional bandara berubah. Di Naha, pos yang ditutup akhirnya kembali beroperasi sebelum pukul 08.00, tetapi dampaknya telah menjalar ke lebih dari 20 jadwal. Penjelasan lebih lengkap mengenai jumlah pembatalan dan keterlambatan belum disampaikan dalam laporan yang tersedia.