Keamanan New Delhi diperketat pada Jumat, 16 Oktober 2026, menjelang demonstrasi besar Gerakan Kecoak yang menyoroti revisi daftar pemilih India. Kepolisian memperingatkan potensi gangguan lalu lintas di kawasan pusat bisnis, sementara taman yang direncanakan menjadi titik kumpul ditutup selama dua hari.
Aksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian protes yang mendesak Ketua Komisi Pemilihan Umum India, Gyanesh Kumar, mundur. Aktivis dan kelompok oposisi menuding perubahan daftar pemilih menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP), partai yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.
Gerakan yang menggunakan nama Cockroach Movement atau Gerakan Kecoak ini digerakkan kaum muda. Cockroach Janta Party (CJP), kelompok oposisi, dan organisasi mahasiswa sayap kiri disebut terlibat dalam demonstrasi yang berlangsung hampir setiap hari sepanjang Oktober.
Central Park ditutup menjelang aksi protes
CJP dan kelompok mahasiswa sayap kiri mengajak pendukung berkumpul di Central Park, kawasan Connaught Place yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan kuliner. Mereka berencana mengibarkan bendera nasional India pada Jumat malam.
Kepolisian Delhi mengimbau masyarakat agar tidak bergabung dalam perkumpulan tersebut. Otoritas kota mengumumkan penutupan taman selama dua hari pada Kamis malam dengan alasan administratif. Polisi menyatakan dapat memfasilitasi kelompok terbatas untuk membawa bendera nasional dan menyanyikan lagu kebangsaan di lokasi yang dinilai sesuai.
Pengetatan pengamanan juga dipengaruhi kejadian pada awal pekan. Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, mengatakan demonstrasi Jumat digelar untuk mendukung dua pemimpin partainya yang ditahan dan dipenjara selama lima hari setelah berunjuk rasa di lokasi yang menerapkan larangan berkumpul.
Para pedagang di kawasan tersebut turut meminta Mahkamah Agung mencegah demonstrasi. Mereka khawatir aksi itu menimbulkan kerugian besar. Rencana unjuk rasa serupa pada akhir pekan sebelumnya dilaporkan tidak terlaksana setelah operasi pengamanan dilakukan.
Revisi daftar pemilih picu silang tudingan
Pusat kontroversi adalah revisi daftar pemilih oleh Komisi Pemilihan Umum India. Lebih dari 130 juta nama pemilih dihapus selama proses tersebut. Komisi membantah berpihak kepada partai politik tertentu dan menyatakan warga yang namanya terhapus secara keliru dapat mendaftarkan diri kembali.
BJP juga menolak tuduhan bahwa revisi itu menguntungkan partainya. Partai tersebut menilai kelompok rival berusaha merusak kepercayaan terhadap demokrasi dengan mempertanyakan proses pemilu yang dianggap sah.
Ketegangan meningkat setelah The Indian Express melaporkan dua wakil Kumar menyampaikan kekhawatiran secara internal. Kekhawatiran itu mencakup perubahan daftar pemilih, prosedur pendaftaran, serta sistem digital yang digunakan. Laporan tersebut menambah sorotan terhadap transparansi pengelolaan data pemilih.
Di sisi lain, gelombang protes yang dipimpin anak muda tidak hanya berkaitan dengan pemilu. Pengangguran, kebocoran soal ujian penting, kekerasan terhadap perempuan, dan kekecewaan terhadap janji politik turut menjadi sumber kemarahan. Data yang dikutip dalam laporan Reuters menunjukkan pengangguran di kalangan warga berusia 15-29 tahun mencapai 9,9 persen pada 2025. Penelitian Azim Premji University menemukan angka hampir 40 persen di kalangan lulusan berusia 15-25 tahun.
Gerakan muda menjadi tantangan politik bagi Modi
Mobilisasi anak muda dan menguatnya kelompok oposisi dinilai menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Modi, yang berkuasa sejak 2014. Lembaga pemantau konflik Armed Conflict Location and Event Data memperkirakan demonstrasi di India tahun ini berpotensi menjadi yang terbanyak dalam satu dekade terakhir.
Meski demikian, para analis mengingatkan bahwa aksi protes belum tentu menjadi awal berakhirnya pemerintahan Modi. Pemerintahannya masih relatif stabil, sementara pemilihan umum nasional berikutnya baru dijadwalkan pada 2029. Pemilu di Uttar Pradesh pada awal 2027 dipandang sebagai salah satu ujian politik penting.
Gerakan Kecoak sebelumnya juga menarik perhatian lewat aksi duduk berhari-hari. Aksi para pendukungnya disebut turut mendorong pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan terkait kebocoran soal ujian pada awal tahun ini.
Rangkaian demonstrasi di New Delhi kini mempertemukan tuntutan transparansi pemilu dengan keresahan yang lebih luas di kalangan anak muda. Seberapa jauh protes tersebut akan memengaruhi dukungan politik bagi pemerintah masih belum dapat dipastikan. Namun, pengelolaan daftar pemilih dan respons pemerintah terhadap tuntutan publik akan terus menjadi sorotan menjelang pemilihan di negara bagian.
