Fabregas Minta Sabar, Puji Filosofi Gasperini

Olahraga

Cesc Fabregas meminta klub dan jajaran manajemen memberi waktu kepada pelatih untuk membangun tim. Menjelang Como menjamu Roma di Stadio Sinigaglia, pelatih Como itu menunjuk perjalanan Mikel Arteta bersama Arsenal sebagai contoh bahwa hasil tidak selalu datang seketika. Ia juga menyampaikan rasa hormatnya kepada Gian Piero Gasperini, pelatih Roma.

Fabregas menilai tekanan untuk meraih kemenangan instan dapat mengganggu perkembangan sebuah tim. Menurut dia, klub perlu memiliki gagasan yang jelas dan memberi pelatih ruang untuk menerapkannya. Ia berbicara tentang hal itu dalam konferensi pers menjelang pertandingan penting Serie A tersebut.

Pengalaman singkatnya sebagai pelatih turut membentuk pandangan itu. Sejak memulai karier kepelatihan pada 2023, Fabregas berperan dalam membawa Como promosi dan kemudian mencapai Liga Champions dalam dua musim. Perjalanan itu, menurutnya, memperlihatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan sebuah proyek.

Arsenal dan Arteta jadi contoh bagi Fabregas

Fabregas mengingatkan bahwa Arteta juga sempat mendapat kritik pada awal masa kepemimpinannya di Arsenal. Kini, setelah kontraknya diperpanjang, hasil kerja pelatih asal Spanyol itu mulai terlihat. Bagi Fabregas, perubahan tersebut menjadi alasan untuk tidak buru-buru menilai sebuah proyek hanya dari hasil awal.

“Saya melihat Arsenal dan Mikel Arteta baru saja memperpanjang kontraknya dengan klub. Sekarang Anda bisa melihat hasil kerjanya, tetapi di awal dia tidak melakukannya dengan baik,” kata Fabregas.

Ia mengatakan pelatih perlu bertahan pada gagasan yang diyakininya, meski harus menghadapi kritik. Hasil, menurut Fabregas, biasanya datang setelah beberapa bulan—walau ia mengakui proses itu tidak selalu berjalan sama di setiap klub.

Fabregas juga menyoroti hubungan antara pelatih dan direktur olahraga. Ia menilai seorang pelatih perlu memiliki pengaruh dalam menentukan sistem permainan dan tipe pemain yang dibutuhkan. Keputusan memecat pelatih setelah hanya dua pertandingan, katanya, patut dipertanyakan.

“Seorang pelatih harus menurunkan pemain ke lapangan dengan keyakinan,” ujarnya. Fabregas mengingatkan bahwa direktur olahraga terkadang dapat melampaui perannya, seolah-olah ingin mengambil alih tugas pelatih. Ia berpandangan bahwa pelatih semestinya memiliki ruang yang cukup untuk membangun tim sesuai pendekatannya.

Rasa hormat Fabregas kepada Gasperini

Di tengah pembicaraan tentang tekanan kepada pelatih, Fabregas mengarahkan perhatian pada sosok yang akan menjadi lawannya. Ia menyebut Gasperini sebagai pelatih hebat dan mengaku sangat menghormati cara Roma bermain. Menurutnya, tim asuhan Gasperini tampil menyerang dan berani mendorong banyak pemain ke depan.

Gasperini menangani Roma setelah sembilan tahun bersama Atalanta. Ia dikenal karena memberi kesempatan kepada pemain muda dan mengembangkan mereka ke level berikutnya. Fabregas menyebut pendekatan itu sebagai salah satu hal yang membuat tim-tim Gasperini menarik untuk ditonton.

“Kami berdua sama-sama suka menyerang, memanfaatkan pergerakan, dan pertandingan mereka enak untuk ditonton. Gasperini sudah bekerja selama 30 tahun, jadi Anda hanya bisa mengagumi pendekatannya,” kata Fabregas.

Ia menilai laga Como kontra Roma akan menjadi ujian penting, sekaligus pertemuan dua tim dengan kecenderungan menyerang. Fabregas mengatakan Gasperini benar-benar percaya pada cara kerja yang diterapkannya. Pengalaman panjang sang pelatih, menurut Fabregas, layak mendapat penghargaan.

Como beradaptasi dengan jadwal Eropa

Como juga tengah menjalani pengalaman baru di Liga Champions. Fabregas mengatakan timnya masih perlu memahami bagaimana para pemain merespons jadwal yang padat, sebab mereka belum pernah menghadapi situasi seperti itu sebelumnya. Ia ingin sebanyak mungkin pemain mendapat kesempatan agar skuad terbiasa dengan tuntutan kompetisi.

Como membuka kampanye Eropa dengan kemenangan 4-1 atas RB Leipzig dan dijadwalkan menghadapi Feyenoord pada laga berikutnya, Rabu. Fabregas mengaku ingin melihat respons tim, sekaligus menjadikan fase ini sebagai pengalaman baginya sebagai pelatih. Ia mengatakan waktu yang akan menunjukkan seberapa cepat Como dapat beradaptasi.

Menjelang laga melawan Roma, kondisi pemain juga menjadi perhatian. Bahan konferensi pers menyebut Moise Kean akan absen setidaknya tujuh hingga sepuluh hari setelah mengalami benturan saat membela tim nasional melawan Belgia. Roma, di sisi lain, harus menghadapi absennya kiper utama mereka, Svilar.

Fabregas menyebut Svilar sebagai salah satu kiper terbaik Serie A dalam dua musim terakhir. Namun, lebih dari persoalan susunan pemain, pertandingan ini akan mempertemukan dua pelatih yang sama-sama percaya pada pendekatan menyerang. Bagi Fabregas, laga tersebut juga menjadi pengingat bahwa membangun tim menuntut waktu, keyakinan, dan kesempatan untuk berkembang.