Susu Sebelum Tidur untuk Lansia, Apa Manfaatnya?

Uncategorized

Susu sebelum tidur dapat menjadi pilihan asupan bagi lansia yang mulai kesulitan makan. Minuman ini menyediakan protein dan sejumlah nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan otot serta tulang, menurut pakar gizi Danielle VenHuizen yang dikutip Republika dari Verywell Health.

VenHuizen, pakar gizi yang berbasis di Seattle, menjelaskan bahwa protein dalam susu dapat membantu mencegah berkurangnya massa otot pada orang dewasa dan lanjut usia. Kandungan nutrisi susu juga mendukung pemulihan tubuh ketika seseorang beristirahat pada malam hari.

Manfaat tersebut membuat susu layak dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan nutrisi lansia. Namun, informasi yang disampaikan pakar tidak menyebut susu sebagai obat untuk mengatasi kesulitan makan. Perannya lebih tepat dipahami sebagai salah satu pilihan minuman yang memberi asupan protein dan nutrisi lain.

Protein susu mendukung pemeliharaan otot

Setiap cangkir susu mengandung sekitar delapan gram protein. Asam amino di dalam protein itu membantu proses perbaikan dan pertumbuhan otot saat tubuh beristirahat. Bagi lansia, perhatian terhadap asupan protein menjadi relevan karena VenHuizen menyoroti risiko kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia.

Susu juga memiliki kombinasi nutrisi yang oleh VenHuizen dinilai mendukung pemulihan tubuh selama tidur. Ia menyebut protein susu mudah dicerna. Dalam satu minuman, susu menyediakan protein sekaligus nutrisi pembangun tulang dan senyawa yang mendukung tidur, sebagaimana dilaporkan Republika.

Meski demikian, angka delapan gram per cangkir merupakan keterangan kandungan, bukan anjuran jumlah yang harus diminum setiap orang. Bahan yang disampaikan tidak merinci takaran khusus bagi lansia, waktu konsumsi yang harus diikuti, ataupun jenis susu yang perlu dipilih. Karena itu, manfaat yang disebutkan sebaiknya dibaca sesuai cakupannya, yakni sebagai informasi tentang kandungan susu.

Kalsium turut menopang kesehatan tulang

Protein bukan satu-satunya unsur yang menjadi perhatian. Susu juga mengandung kalsium, nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan tulang. Bersama protein, kandungan ini memberi alasan mengapa susu dapat dipertimbangkan sebagai minuman malam bagi orang lanjut usia.

Republika menyebut susu memiliki 13 nutrisi esensial yang mendukung kesehatan otot, tulang, dan otak. Keterangan itu menempatkan susu sebagai minuman dengan beberapa fungsi gizi, bukan sekadar asupan protein. Namun, laporan tersebut tidak merinci satu per satu seluruh nutrisi yang dimaksud.

Bagi keluarga yang mendampingi lansia dengan selera makan yang mulai berkurang, minuman yang mengandung nutrisi dapat menjadi salah satu opsi yang dipikirkan. Susu juga bisa menggantikan minuman manis atau camilan yang biasa dikonsumsi pada malam hari. Dengan demikian, pilihan tersebut dapat membantu mengarahkan kebiasaan malam ke asupan yang memiliki protein dan kalsium.

Pilihan minuman, bukan pengganti penilaian kebutuhan

Kesulitan makan tetap perlu dipahami sebagai kondisi yang berbeda pada tiap orang. Uraian VenHuizen yang dimuat Republika berfokus pada kandungan susu dan dukungannya bagi otot, tulang, serta pemulihan saat tidur. Tidak ada keterangan dalam laporan itu bahwa susu dapat memulihkan nafsu makan atau menggantikan seluruh kebutuhan makanan lansia.

Karena itu, keluarga dapat menempatkan susu sebagai salah satu pilihan asupan malam, bukan satu-satunya jawaban ketika anggota keluarga lanjut usia mulai susah makan. Informasi mengenai delapan gram protein per cangkir dan kandungan kalsium membantu memberi gambaran tentang apa yang ditawarkan minuman tersebut, tanpa menetapkan kebutuhan harian seseorang.

Saran yang disampaikan VenHuizen juga menyoroti kebiasaan memilih minuman atau camilan pada malam hari. Susu dapat menjadi alternatif yang lebih bernutrisi dibanding minuman manis atau kudapan yang biasa dikonsumsi pada waktu tersebut. Laporan itu tidak menetapkan aturan konsumsi lebih jauh, sehingga pilihan dan jumlahnya tetap tidak bisa disamakan untuk semua lansia.

Inti keterangannya sederhana: susu menawarkan protein, kalsium, dan nutrisi lain yang berkaitan dengan otot serta tulang, sekaligus dapat dipilih sebagai minuman sebelum tidur. Untuk lansia yang mulai sulit makan, manfaat itu menjadi bahan pertimbangan, bukan jaminan bahwa masalah makan akan teratasi.