Video Pesta Narkoba di Rutan Depok, 22 Napi Diperiksa

Nasional

Rutan Depok memeriksa 22 warga binaan setelah video sejumlah pria berjoget dan diduga mengonsumsi narkoba di dalam sebuah ruangan beredar di media sosial. Kepala Rutan Depok Ario Galih Maduseno membenarkan lokasi dalam video itu berada di rutan yang dipimpinnya. Tiga hingga empat napi menjadi fokus pendalaman, sementara dua petugas turut diperiksa.

Ario menyampaikan hal tersebut kepada wartawan pada Minggu, 4 Oktober 2026. Ia mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengurai keterlibatan warga binaan dan petugas, sekaligus memastikan bagaimana dugaan pelanggaran itu dapat terjadi di dalam rutan.

Dalam rekaman yang beredar, beberapa pria tampak berada di sebuah ruangan dengan musik keras. Salah seorang terlihat memegang botol yang diduga digunakan sebagai alat pengisap sabu atau bong. Narasi yang menyertai video menyebut lokasi tersebut sebagai Rutan Depok.

Pemeriksaan difokuskan pada napi dan petugas

Ario mengatakan jumlah warga binaan yang berada di kamar itu sekitar 22 orang. Dari jumlah tersebut, pihaknya mendalami tiga sampai empat orang. Dalam keterangan lain, ia membenarkan empat narapidana terlibat dalam peristiwa yang terekam video tersebut.

Di sisi petugas, dua pegawai Rutan Depok sedang diperiksa. Ario menyebut keduanya berasal dari jajaran satuan pengamanan dan staf bimbingan kerja. Pemeriksaan masih berlangsung; belum ada keterangan mengenai hasil atau bentuk keterlibatan mereka.

Rutan Depok telah melaporkan kejadian itu kepada kepolisian. Laporan tersebut, kata Ario, berkaitan dengan dugaan adanya petugas yang membantu memfasilitasi pelanggaran. Pihaknya juga menyampaikan perkara ini kepada kepala kantor wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk memperoleh arahan penanganan.

“Siapa pun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku,” kata Ario.

Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan tim gabungan yang melibatkan Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Ditjenpas, dan Rutan Depok. Tim tersebut bertugas mengurai fakta dan menentukan langkah berikutnya sesuai ketentuan. Ario menyatakan pihaknya akan bersikap transparan dan responsif selama proses berjalan.

Rutan Depok akui narkoba masuk lewat barang bawaan

Ario menjelaskan narkoba dalam peristiwa yang sedang diselidiki itu diduga masuk ke rutan dengan cara dibawa. Namun, ia belum memerinci siapa yang membawa barang tersebut maupun jalur yang digunakan. Hal itu menjadi bagian dari pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada pihak yang membantu masuknya narkoba.

Ia menyebut razia rutin dan insidentil terus dilakukan, termasuk dengan menggandeng pihak eksternal. Kepolisian, TNI, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), dan Brimob disebut ikut mendukung upaya pengawasan serta pemberantasan peredaran narkoba di Rutan Depok.

Ario mengatakan dirinya baru sekitar satu bulan menjabat sebagai kepala rutan. Selama masa itu, ia menyebut telah memperkuat personel dan melaksanakan razia. Meski demikian, ia juga mengakui keterbatasan jumlah petugas menjadi salah satu tantangan pengamanan.

Menurut Ario, jumlah sumber daya manusia di rutan mencapai 1.279 orang, sementara petugas yang berjaga dalam satu sif berjumlah 10 orang. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan, tanpa mengurangi komitmen untuk memperketat pengawasan.

Kasus ini kini masih berada dalam tahap pemeriksaan. Hasil penyelidikan akan menentukan siapa saja yang bertanggung jawab dan sanksi yang dapat dijatuhkan. Rutan Depok menyatakan akan memerangi peredaran gelap narkoba; publik menanti hasil pemeriksaan yang diharapkan menjelaskan bagaimana pelanggaran itu bisa terjadi di dalam fasilitas tersebut.