Mourinho soal Sanksi Man City: Semoga Masih Hidup

Olahraga

Jose Mourinho melontarkan candaan tentang panjangnya proses penanganan dakwaan terhadap Manchester City. Mantan manajer Manchester United itu mengatakan ia dan pihak-pihak yang menunggu putusan perlu cukup beruntung untuk masih hidup ketika kasus tersebut akhirnya selesai.

Dalam wawancara dengan Corriere dello Sport, Mourinho mengaku memilih menertawakan perkara itu. Menurut dia, kasus City pada akhirnya akan mendapat penyelesaian, tetapi jalannya masih panjang karena putusan dapat diikuti banding dan proses lanjutan.

“Saya rasa pada akhirnya kasus ini akan menemukan penyelesaiannya, tetapi kami berdua sudah berusia 60-an dan kami harus cukup beruntung agar masih ada di dunia ini saat putusan akhir dikeluarkan. Akan ada putusan, lalu banding, lalu banding lagi,” kata Mourinho.

Mourinho, yang kini melatih Real Madrid, menyampaikan komentar tersebut saat ditanya mengenai potensi sanksi bagi City. Ia pernah merasakan langsung persaingan dengan klub itu ketika menangani Manchester United di Premier League.

Dakwaan keuangan Man City dan proses yang panjang

Manchester City didakwa melanggar 115 aturan keuangan dalam periode 2009 hingga 2018. Ancaman sanksi yang disebut dalam laporan mencakup denda hingga pencabutan gelar. Namun, dakwaan tersebut belum berarti hukuman tertentu sudah dijatuhkan.

City telah mengajukan banding atas dakwaan itu. Mourinho menyoroti rangkaian proses yang mungkin menyusul: putusan, kemudian banding, dan kemungkinan banding berikutnya. Karena itu, ia menyampaikan keraguan bahwa penyelesaian kasus akan terjadi dalam waktu dekat.

Perkara ini juga memiliki perjalanan panjang sebelum dakwaan diumumkan. Penyelidikan dimulai pada 2019. Sidang berlangsung selama 12 minggu pada 2024, sementara dakwaan baru dirilis pada September lalu, sekitar 21 bulan setelah sidang berakhir.

Rentang waktu tersebut membantu menjelaskan nada gurauan Mourinho. Ia tidak menyatakan bahwa kasus itu tak akan pernah selesai, tetapi menggambarkan betapa panjangnya proses hingga putusan final benar-benar keluar. Komentarnya juga mencerminkan ketidakpastian yang muncul ketika keputusan masih dapat dipersoalkan melalui banding.

Kenangan persaingan MU dan City di Premier League

Pada musim 2017/2018, Mourinho membawa Manchester United finis di posisi kedua Premier League. United mengumpulkan 81 poin, tertinggal 20 poin dari City yang menjadi juara pada musim tersebut.

Kemungkinan gelar musim itu dicabut menjadi salah satu alasan kasus City kembali dikaitkan dengan Mourinho. Jika gelar City dicabut, ada kemungkinan United dinyatakan sebagai juara. Namun, hal itu masih bergantung pada hasil penanganan perkara dan bukan keputusan yang telah ditetapkan.

Mourinho pernah menyinggung kemungkinan tersebut pada 2024, ketika ia masih melatih Fenerbahce. Saat itu, ia mengatakan United masih memiliki kesempatan untuk memenangi liga apabila City dihukum dengan pengurangan poin. Ia juga berseloroh bahwa dirinya berharap mendapat bonus dan medali juara.

“Saya pikir kami masih memiliki kesempatan untuk memenangkan liga itu, karena mungkin mereka menghukum Man City dengan poin dan mungkin kami memenangkan liga itu. Kalau begitu mereka harus membayar bonus dan memberi saya medali,” kata Mourinho pada 2024.

Ucapan tersebut bernada gurauan, tetapi bertolak dari posisi United sebagai runner-up di bawah City pada musim itu. Belum ada kepastian bahwa gelar akan berpindah tangan. Selama proses terhadap City belum menghasilkan keputusan akhir, kemungkinan tersebut tetap sebatas skenario yang dibicarakan.

Putusan akhir masih dinanti

Kasus ini kini memasuki tahap yang masih harus dilalui setelah City mengajukan banding. Dengan riwayat penyelidikan, sidang, pengumuman dakwaan, dan proses banding, belum ada kepastian kapan seluruh rangkaian akan berakhir.

Mourinho memilih menanggapi situasi itu dengan humor. Candaan tentang harapan untuk masih hidup saat putusan keluar menjadi cara dia menggambarkan penantian panjang, sekaligus mengingatkan bahwa konsekuensi perkara ini dapat menyentuh persaingan gelar yang pernah ia jalani bersama United.

Untuk saat ini, perhatian tertuju pada proses hukum dan hasil banding City. Nasib dakwaan maupun kemungkinan dampaknya terhadap gelar musim 2017/2018 baru akan lebih jelas setelah perkara tersebut memperoleh keputusan yang final.