GTX 750 Ti 8 GB Tak Otomatis Kencang untuk Game

Teknologi

GTX 750 Ti dengan VRAM 8 GB dapat menjalankan Cyberpunk 2077, tetapi hasil pengujiannya belum cukup untuk menjadikannya kartu grafis gaming yang kencang. Dalam tes YouTuber RandomGaminginHD, game tersebut berjalan rata-rata 32 FPS pada resolusi 1080p. Pengaturan grafisnya harus dipasang paling rendah, dengan FSR 2.1 pada mode Performance.

Kartu modifikasi buatan Xynsviu ini mengandalkan GPU lama yang sama dengan GTX 750 Ti orisinal. Kapasitas memori yang jauh lebih besar memang membuka pilihan pengaturan tertentu, tetapi tidak menambah kemampuan inti pemrosesan grafis. Hasilnya, angka VRAM 8 GB tidak serta-merta berarti game modern bisa dimainkan dengan lancar.

Seperti dilaporkan Jagat Review, produk tersebut menggunakan memori GDDR5. GTX 750 Ti generasi awal yang populer sebagai opsi upgrade PC murah pada 2014 memiliki VRAM 2 GB, sehingga versi Xynsviu menawarkan kapasitas empat kali lipat. Namun, kapasitas bukan satu-satunya faktor yang menentukan performa sebuah kartu grafis.

Cyberpunk 2077 berjalan dengan kompromi

PC pengujian RandomGaminginHD memakai prosesor Intel Core i5-12400F dan RAM DDR5 32 GB. Pada konfigurasi itu, GTX 750 Ti 8 GB menghasilkan rata-rata 32 FPS di Cyberpunk 2077. Angka tersebut didapat dengan mengurangi beban grafis hingga batas paling rendah dan mengaktifkan FSR 2.1 Performance.

Hasil itu memperlihatkan bahwa game masih dapat dijalankan, tetapi perlu kompromi besar. Resolusinya tetap 1080p, sementara kualitas visual diturunkan. Penggunaan mode Performance pada FSR juga menjadi bagian dari konfigurasi tes, sehingga angka 32 FPS tersebut tidak menggambarkan pengalaman dengan pengaturan grafis tinggi.

Di Battlefield 6, kartu ini mencatat rata-rata 35 FPS. Pengujian dilakukan pada pengaturan terendah, dengan resolusi rendering hanya 50 persen. Masalah visual pun muncul: sebagian tekstur tidak tampil dan ada objek yang terlambat dimuat. Kapasitas memori yang besar tidak menghilangkan kendala tersebut.

Performa lebih baik terlihat di beberapa game yang lebih ringan. Counter-Strike 2 mencapai rata-rata 102 FPS pada pengaturan medium, sedangkan Fortnite mencatat 75 FPS dengan Performance Mode. ARC Raiders berada di rata-rata 48 FPS, tetapi lajunya tidak konsisten dan sesekali turun sampai 9 FPS.

Tambahan memori membantu pada kondisi tertentu

VRAM 8 GB tetap memberi manfaat, terutama ketika sebuah game membutuhkan ruang memori lebih besar. Dalam pengujian Red Dead Redemption 2, misalnya, pengaturan tekstur Ultra dapat dipilih tanpa perlu mengubah file konfigurasi. Pada GTX 750 Ti versi 2 GB, pengaturan itu sebelumnya perlu disiasati melalui konfigurasi tersebut.

Namun, manfaat itu berkaitan dengan kapasitas penyimpanan data grafis, bukan peningkatan tenaga pemrosesan. GPU Xynsviu tetap memakai GM107 dari arsitektur Maxwell dengan 640 CUDA Core, sama seperti model GTX 750 Ti yang menjadi basisnya. Karena bagian pemroses grafis tidak berubah, kapasitas VRAM yang lebih besar tidak otomatis menaikkan frame rate.

Kecepatan memorinya bahkan lebih rendah. Xynsviu beroperasi pada 1.253 MHz, sementara standar GTX 750 Ti adalah 1.350 MHz. Bandwidth memori pun turun dari 86,4 GB/s menjadi 80,2 GB/s. Jadi, penambahan kapasitas berjalan berdampingan dengan kecepatan memori yang lebih rendah.

Harga dan dukungan driver jadi pertimbangan

Dari sisi bentuk, kartu ini memakai desain low-profile dengan dua kipas dan menyediakan empat port HDMI. Daya diambil sepenuhnya dari slot PCIe, tanpa konektor daya tambahan. Susunan tersebut membuat produknya punya kegunaan untuk konfigurasi multi-monitor, meski kemampuan gaming-nya tetap terbatas oleh GPU yang digunakan.

Di Amerika Serikat, GTX 750 Ti 8 GB dijual sekitar 189 dollar AS. Harga itu perlu dinilai bersama hasil pengujian dan usia platformnya. NVIDIA juga telah menghentikan dukungan driver Game Ready untuk GPU Maxwell, sehingga kartu ini tidak lagi memperoleh dukungan tersebut.

Bagi pengguna yang membutuhkan keluaran multi-monitor atau ingin menjalankan game tertentu dengan pengaturan rendah, spesifikasi memori besar mungkin menarik. Namun, untuk bermain game modern, hasil Cyberpunk 2077 dan Battlefield 6 memperlihatkan batas yang jelas: kapasitas VRAM tidak bisa menggantikan kemampuan GPU. Sebelum membeli, calon pengguna perlu mempertimbangkan harga, performa aktual, serta status dukungan driver.