Tyrese Haliburton kembali bermain setelah 486 hari menepi akibat cedera Achilles dan langsung membantu Indiana Pacers mengawali musim NBA 2026–2027 dengan kemenangan atas New Orleans Pelicans. Seusai laga di Smoothie King Center, Rabu (21/10), emosi pemain berusia 26 tahun itu pecah saat ia melihat para pendukung Pacers datang ke New Orleans untuk menyaksikan kepulangannya.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Haliburton tak kuasa menahan tangis ketika mengenang perjalanan panjang pemulihan. Kemenangan itu terasa istimewa bukan hanya karena menjadi laga pertamanya kembali ke lapangan, tetapi juga karena dukungan suporter yang ia lihat di arena lawan.
Kembalinya Haliburton setelah 486 hari
Haliburton telah menanti momen tersebut selama 16 bulan. Cedera Achilles yang dialaminya pada Gim 7 Final NBA 2025 membuatnya absen sepanjang musim 2025–2026. Cedera itu terjadi dalam pertandingan krusial melawan Oklahoma City Thunder, ketika Pacers berjuang memperebutkan gelar juara.
Tanpa Haliburton, Pacers gagal melanjutkan perlawanan di final. Tim itu kemudian menjalani musim yang berat dengan catatan 19 kemenangan dan 63 kekalahan. Karena itu, kembalinya sang pemain menjadi momen penting bagi dirinya sekaligus awal baru bagi tim.
Suasana pertandingan di New Orleans ternyata membuat kepulangan tersebut terasa lebih emosional daripada yang ia bayangkan. Haliburton semula memperkirakan laga kandang pertama Pacers akan menjadi momen paling mengharukan. Namun, ia berubah pikiran setelah menyaksikan para penggemar Indiana memenuhi bagian tribun di arena Pelicans.
“Bagian terbaiknya adalah akhir pertandingan dan momen itu. Perjalanan ini benar-benar seperti roller coaster emosional. Yang membuat saya seperti itu adalah melihat semua penggemar Pacers hadir di New Orleans. Itu sangat istimewa,” kata Haliburton.
Catatan Haliburton dalam kemenangan Pacers
Haliburton menyelesaikan laga dengan 23 poin dan 12 asis, sekaligus mencatatkan dobel-dobel dalam pertandingan pertamanya setelah cedera. Ia memasukkan delapan dari 15 percobaan tembakan, dengan akurasi 53 persen, serta berhasil mengonversi kelima tembakan gratisnya.
Sumbangan poinnya paling terasa pada kuarter keempat. Haliburton mencetak 16 poin di periode terakhir, membantu Pacers menjaga keunggulan hingga pertandingan berakhir. Pascal Siakam juga tampil menonjol dengan 30 poin, termasuk 12 poin pada kuarter keempat.
Obi Toppin menambahkan 20 poin, sementara Andrew Nembhard menyumbang 18 poin dan sembilan asis. Kontribusi para pemain itu mengantar Pacers melewati Pelicans dalam pertandingan pertama mereka pada musim reguler NBA 2026–2027.
Bagi Haliburton, angka-angka tersebut menjadi bagian dari malam yang jauh lebih besar daripada sekadar statistik. Ia kembali bersaing setelah berbulan-bulan menjalani pemulihan, dan merasakan langsung atmosfer pertandingan yang berbeda dari latihan.
Menemukan kembali ritme di lapangan
Haliburton mengakui pertandingan sesungguhnya terasa jauh lebih melelahkan daripada latihan fisik yang dijalaninya selama pemulihan. Ia sempat kesulitan menemukan ritme, tetapi berusaha tidak terburu-buru dan membiarkan permainan mengalir.
“Berhasil melakukan tembakan pertama rasanya sangat menyenangkan. Saya rasa pramusim mempersiapkan saya untuk momen itu. Terutama agar tidak terburu-buru dan membiarkan permainan mengalir dengan sendirinya,” ujarnya.
Tembakan pertama itu menjadi penanda bahwa Haliburton kembali menjalani pertandingan setelah cedera yang mengakhiri perjalanannya di final. Ia juga menyebut pramusim membantunya menghadapi tekanan saat kembali bermain, meski pengalaman di lapangan tetap terasa berbeda dari persiapan.
Kemenangan di New Orleans memberi Haliburton dan Pacers awal yang menggembirakan setelah musim lalu berjalan sulit. Namun, perjalanan panjang pemulihan menunjukkan bahwa kembali bermain hanyalah satu tahap. Haliburton kini harus menjaga kondisi dan membangun ritme dari pertandingan ke pertandingan, sementara Pacers berupaya mengubah awal positif ini menjadi bekal untuk menjalani musim baru.
