Kacamata Pintar Meta Makin Beragam, AI Jadi Andalan

Teknologi

Meta memamerkan rangkaian kacamata pintar dengan desain dan kemampuan yang kian beragam dalam ajang Connect. Dari Ray-Ban Meta Gen 3 hingga model tanpa kamera dan kacamata berlayar, perusahaan menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian penting dari pengalaman komputasi yang bisa digunakan tanpa tangan.

Meta berencana memperluas portofolio produknya menjadi lebih dari 100 variasi gaya hingga akhir tahun. Rangkaian tersebut mencakup kacamata untuk mengambil gambar, perangkat yang berfokus pada audio, serta model dengan tampilan visual. Perluasan ini menunjukkan upaya perusahaan mengakomodasi kebutuhan pengguna yang berbeda, sekaligus membawa asisten digital lebih dekat ke aktivitas sehari-hari.

Ray-Ban Meta Gen 3 membawa peningkatan desain dan audio

Ray-Ban Meta Gen 3 hadir dengan bingkai lebih tipis dan tangkai yang dapat disesuaikan. Sebuah tombol aksi khusus disiapkan untuk membuka Meta AI dengan lebih cepat. Meta juga menyebut daya tahan baterainya meningkat dibandingkan generasi sebelumnya.

Untuk kebutuhan suara, perangkat ini mendukung perekaman audio spasial Dolby Atmos melalui enam mikrofon. Pilihan desainnya meliputi model Capri dengan bentuk cat-eye dan Nova dengan siluet pantos klasik. Meta turut menghadirkan edisi berwarna Ivory yang dikaitkan dengan Kylie Jenner serta kolaborasi bersama LISA. Harga awal varian tingkat dasar disebut mulai 249 dollar AS.

Di samping model berkamera, Meta menawarkan kacamata audio tanpa kamera. Perangkat ini dirancang lebih ringan dan tipis, dengan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 12 jam untuk panggilan suara maupun pemutaran musik. Model Clubmaster dan Burbank menjadi pilihan desainnya. Kehadiran versi ini memberi alternatif bagi pengguna yang ingin mengakses audio dan asisten digital tanpa membawa fungsi perekaman visual.

Layar dan gelang kendali untuk pengalaman baru

Meta Ray-Ban Display membawa kacamata pintar ke tahap berikutnya dengan layar warna beresolusi tinggi. Salah satu kegunaannya ialah menampilkan petunjuk arah yang terhubung dengan penanda lokasi fisik. Perangkat ini dipasarkan secara internasional bersama Meta Neural Band, gelang yang berfungsi sebagai aksesori kendali.

Namun, kemampuan layar juga berhadapan dengan keterbatasan daya. Pengujian independen Tom’s Guide mencatat baterai kacamata tersebut tersisa 40 persen setelah 90 menit penggunaan. Angka itu memberi gambaran bahwa daya tahan masih menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan tampilan visual dalam waktu lama.

Dalam Connect, pengembang juga memperkenalkan Meta VR Glasses dengan bobot sekitar 100 gram. Perangkat ini memakai layar micro-OLED 5K Infinite Display dengan kerapatan 37 piksel per derajat. Untuk menjaga bobot tetap ringan di wajah, baterai dan prosesor ditempatkan pada unit komputasi terpisah yang dapat dijepitkan di kantong.

Meta AI dan privasi menjadi bagian dari pengembangan

Asisten AI personal bernama Muse dirancang terintegrasi dengan perangkat Meta. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk navigasi suara, pelacakan kebugaran, dan pengelolaan jadwal tanpa perlu menggunakan tangan. Muse ditopang model Muse Spark yang dikembangkan untuk menjalankan tugas personal serta mendukung interaksi suara waktu nyata dengan pilihan aksen yang dapat disesuaikan.

Meta menyatakan data pengguna akan diproses dalam lingkungan virtual yang aman dan terisolasi. Untuk fitur penerjemahan langsung, perusahaan menyebut pemrosesan berlangsung melalui server terenkripsi. Perangkat juga dilengkapi indikator LED; menurut materi yang dipaparkan, sistem dapat mematikan kamera secara otomatis jika lampu penanda perekaman dimanipulasi.

Fitur Hearing Enhancement turut disiapkan untuk membantu orang dewasa dengan gangguan pendengaran ringan. Meta menyebut pengguna dapat melakukan evaluasi pendengaran mandiri dan menyesuaikan amplifikasi suara di rumah. Fitur tersebut dirancang agar percakapan di lingkungan bising terdengar lebih jelas, dan disebut telah memperoleh izin dari FDA.

Perangkat juga dapat terhubung dengan aplikasi asistensi visual melalui Device Access Toolkit. Dengan dukungan layanan seperti Be My Eyes dan Aira, pemandu profesional atau relawan dapat melihat sudut pandang pengguna secara langsung untuk membantu aktivitas harian. Integrasi ini berpotensi mendukung kemandirian pengguna disabilitas, meski penerapannya bergantung pada layanan dan akses yang tersedia.

Tantangan privasi dan daya tahan belum selesai

Di balik fitur-fitur tersebut, penggunaan kamera di ruang publik tetap memunculkan persoalan privasi. Laporan pengawasan perlindungan data Hamburg menyoroti risiko perekaman tanpa persetujuan orang yang berada di sekitar pengguna. Baterai litium yang tertanam permanen juga berpotensi mengalami penurunan kapasitas setelah ratusan siklus pengisian.

Meta masih mengembangkan prototipe kacamata realitas terintegrasi Orion. Perangkat seberat 98 gram itu memiliki bidang pandang 70 derajat, lensa karbida silikon, serta proyektor MicroLED berintensitas tinggi. Versi komersialnya ditargetkan tersedia secara luas sebelum akhir dekade, tetapi masih berupa pengembangan yang belum dipasarkan.

Rangkaian produk ini memperlihatkan arah yang ingin ditempuh Meta: menjadikan kacamata sebagai perangkat komputasi sehari-hari, bukan sekadar aksesori. Penerimaan publik akan bergantung bukan hanya pada kecanggihan AI dan kenyamanan desain, tetapi juga pada transparansi pengelolaan data, ketahanan baterai, dan aturan yang melindungi orang di sekitar pengguna.