Bobby Nasution Tegaskan Tak Akan Pindah dari Gerindra

Politik

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan dirinya tidak ingin berpindah partai lagi dan akan tetap bersama Partai Gerindra. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Diklat Laskar Partai Gerindra Sumut di Sibolangit, Deliserdang, Sabtu (3/10). Bobby menyebut Gerindra sebagai jalan politik yang dipilihnya setelah ia dipecat dari PDI Perjuangan.

Di hadapan kader Gerindra, Bobby mengatakan keputusan tersebut bukan pilihan sementara. Ia mengaku cukup sekali pindah partai dan ingin melanjutkan langkah politiknya di partai yang kini menaunginya.

“Partai Gerindra membuka tangan selebarnya buat saya. Ini adalah jalan saya, yang menurut saya cukup sekali pindah partai. Biarlah saya di Partai Gerindra,” kata Bobby, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Pernyataan itu sekaligus menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Bobby kembali berpindah kendaraan politik. Ia menggambarkan penerimaan Gerindra sebagai hal yang membuatnya mantap, setelah sempat merasa gelisah usai kehilangan keanggotaan di partai sebelumnya.

Perjalanan politik Bobby dari PDIP ke Gerindra

Sebelum bergabung dengan Gerindra, Bobby merupakan kader PDI Perjuangan. Hubungannya dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu berakhir setelah pilihan politiknya berseberangan dengan PDIP dalam pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden.

Dalam Pilpres 2024, Bobby mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pasangan tersebut menjadi rival Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang diusung PDIP. Perbedaan dukungan itu menjadi bagian dari rangkaian keputusan politik yang berujung pada pemecatan Bobby dari partai tersebut.

Bobby adalah menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, yang kini berstatus sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia. Namun, dalam pernyataannya di acara Gerindra Sumut, Bobby berfokus pada keputusannya sendiri untuk bertahan di partai tersebut. Ia menyebut sempat diliputi kegelisahan setelah dipecat, sebelum akhirnya menentukan pilihan.

Pengalaman itu ia kaitkan dengan penerimaan yang dirasakannya di Gerindra. Menurut Bobby, partai tersebut memberinya ruang untuk melanjutkan perjuangan politik dan menjadi tempat yang tepat untuk mengejar cita-cita bangsa.

“Gerindra adalah rumah yang pantas dan tepat untuk kita mencapai cita-cita Bangsa Indonesia,” kata Bobby.

Bobby minta kader kawal program pemerintah

Di forum yang sama, Bobby juga mengajak kader Gerindra di Sumatera Utara menjaga nama baik partai dan mengawal program-program Presiden Prabowo. Ia menilai program pemerintah perlu disampaikan hingga ke masyarakat tingkat bawah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Pesan itu memperlihatkan bahwa Bobby tidak hanya berbicara mengenai pilihan partai, tetapi juga tanggung jawab kader dalam mendukung agenda pemerintah. Ia meminta para kader turut memastikan program-program tersebut sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.

“Kami dan kita semua, titip untuk jaga bukan hanya nama baik partai tetapi juga program-program Pak Presiden. Program-program Pak Presiden sangat berdampak kepada masyarakat bawah yaitu untuk menyejahterakan masyarakat,” ujar Bobby.

Diklat Laskar Gerindra Sumut menjadi tempat Bobby menyampaikan sikap politiknya secara terbuka: ia memilih bertahan di Gerindra dan tidak berniat berpindah lagi. Pernyataan itu disampaikan di tengah perjalanan politik yang sebelumnya membawanya keluar dari PDIP setelah perbedaan dukungan dalam Pilpres 2024 dan Pilkada.

Ke depan, komitmen Bobby akan terlihat bukan hanya dari pernyataan tentang kesetiaan pada partai, tetapi juga dari perannya mengawal program pemerintah dan membangun komunikasi dengan kader di daerah. Ia telah meminta kader Gerindra Sumut ikut menjaga nama partai sekaligus memastikan agenda pemerintah dapat menjangkau masyarakat.