Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengungkap tekanan darah tinggi pada Lidya Wati, warga Kota Jambi yang sebelumnya merasa sehat karena tidak merasakan keluhan. Pengalaman itu menunjukkan bahwa kondisi tubuh tidak selalu bisa dinilai dari rasa sakit saja: sejumlah faktor risiko baru diketahui setelah seseorang menjalani pemeriksaan.
Lidya datang untuk memeriksakan kesehatan tanpa merasa ada masalah. Ia tetap menjalani kesehariannya seperti biasa. Namun, hasil CKG mengubah keyakinannya tentang kondisi tubuh sendiri.
“Sebelum CKG saya merasa sehat karena tidak ada keluhan. Saya merasa sehat,” kata Lidya.
Ia mengaku terkejut dan khawatir setelah mengetahui tekanan darahnya tinggi. Bukan hanya karena hasil pemeriksaan itu, tetapi juga karena sebelumnya tidak ada tanda yang membuatnya menduga ada persoalan kesehatan.
Merasa sehat belum tentu bebas risiko
Pengalaman Lidya bukan hal yang asing bagi tenaga kesehatan. Dokter Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi, dr. Nesya Andini, mengatakan cukup banyak peserta datang dalam keadaan merasa sehat, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi yang perlu diperhatikan.
Di puskesmas tersebut, pemeriksaan menemukan prehipertensi pada 15,64 persen peserta dan tekanan darah tinggi pada 13,92 persen. Temuan lain meliputi dislipidemia sebesar 54,18 persen dan karies sebesar 68 persen.
Tenaga kesehatan juga menemukan peserta dengan prediabetes, obesitas, hingga risiko kanker paru. Data itu memperlihatkan bahwa pemeriksaan dapat menemukan masalah kesehatan pada orang yang tidak datang karena sedang merasakan sakit.
“Banyak pasien yang merasa sehat, tetapi ternyata memiliki penyakit,” ujar Nesya.
Seseorang masih dapat bekerja, mengurus keluarga, bepergian, berolahraga, dan menjalankan rutinitas sehari-hari ketika faktor risiko sudah ada di dalam tubuhnya. Karena itu, menunggu keluhan muncul bukan satu-satunya cara untuk mengetahui kondisi kesehatan.
Deteksi dini memberi waktu untuk bertindak
Bagi Lidya, hasil pemeriksaan bukan sekadar angka di atas kertas. Informasi tersebut menjadi peringatan agar ia tidak menunggu sampai tubuh memberi tanda yang lebih berat. Petugas kesehatan mengarahkan dirinya untuk menjaga kesehatan, memperhatikan pola makan, dan mencukupi istirahat. Ada pula kondisi yang memerlukan pengobatan.
Nesya menjelaskan, deteksi dini memungkinkan penanganan dilakukan sebelum kondisi memburuk. Langkah itu juga dapat membantu mencegah komplikasi dan menekan beban biaya yang lebih besar jika penyakit berkembang.
Dengan mengetahui hasil pemeriksaan lebih awal, pasien dan tenaga kesehatan memiliki kesempatan untuk menentukan langkah berikutnya. Namun, pemeriksaan bukan akhir dari proses. Hasil yang perlu mendapat perhatian harus ditindaklanjuti melalui konseling, pengobatan, rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan, atau pemeriksaan berikutnya.
Perjalanan setelah skrining dapat menghadapi hambatan. Sebagian pasien belum memiliki JKN, sementara sebagian lainnya kesulitan menanggung biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan. Ada pula obat atau pemeriksaan tertentu yang tidak termasuk dalam tanggungan. Bagi pekerja berpenghasilan harian, pergi berobat bisa berarti kehilangan pendapatan pada hari itu.
Tindak lanjut menentukan manfaat pemeriksaan
Temuan dari CKG membuat persoalan kesehatan terlihat, tetapi manfaatnya bergantung pada apa yang terjadi sesudahnya. Pasien perlu memperoleh arahan dan akses untuk menjalani penanganan. Hambatan biaya, jarak, maupun waktu dapat membuat tindak lanjut tidak mudah dilakukan.
Pengalaman Lidya sekaligus mengubah cara pandangnya terhadap kesehatan. Ia menyadari bahwa merasa baik-baik saja tidak selalu berarti tubuh benar-benar sehat. Pemeriksaan, menurut pengalaman yang ia sampaikan, dapat membuka informasi yang tidak terlihat dari aktivitas sehari-hari.
“Jangan menunggu sakit dulu baru periksa,” kata Lidya.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan deteksi dini: mengetahui kondisi lebih cepat agar langkah penanganan dapat dipertimbangkan sebelum muncul masalah yang lebih berat. Bagi masyarakat, pemeriksaan menjadi awal untuk memahami kondisi tubuh; bagi layanan kesehatan, memastikan pasien memperoleh tindak lanjut menjadi bagian penting dari perjalanan itu.
CKG karena itu tidak berhenti pada kegiatan memeriksa. Hasilnya perlu menjadi dasar bagi pasien untuk menjaga kesehatan dan, bila dibutuhkan, melanjutkan pengobatan. Kesempatan untuk mengetahui risiko lebih awal akan lebih berarti jika diikuti akses yang memadai terhadap perawatan.
